Pyometra adalah penyakit kucing yang juga menyarang hewan mamalia, kali ini saya akan memebahas pyometra pada kucing betina. Pyometra sendiri menyerang kucing betina yang masih produktif dan tidak di sterilkan atau di kebiri. Tepatnya pyometra sendiri adalah infeksi kandungan yang berupa nanah yang berada di dalam rahim kucig betina pyometra dapat terjadi pada kucing usia berapapun. Penyebab terjadi antara lai adalah terjadinya siklus heat atau birahi yang tidak di sertai dengan pembuahan, atau bisa juga terjadi karena perkawinan yang gagal.
Proses berjalannya penyakit pyometra sendiri adalah abnormalitas hormon berupa kadar prosgesteron yang tinggi sehingga usterus menjadi hiper sensitive. Terdapat bentukkan yang menghasilkan cairan yang dilepaskan di rongga uterus. Akumulasi cairan tersebut seiring dengan terjadinya penebalan dinding uterus sehingga ukuran uterus semakin besar.
Pyometra sendiri terdiri dari 2, yaitu pyometra terbuka dalam kondisi cervix terbuka, nanah & sekresi masih dapat dikeluarkan dari uterus, biasanya terlihat vagina mengeluarkan nanah (cairan kuning/putih) dan berbau. Kondisi ini lebih mudah diobati, dalam kasus ini kucing tidak perlu di operasi masih dapat di bantu dengan obat dan makanan yang bergisi plus multivitamin.
Kemudian pyometra tertutupCervix dalam kondisi tertutup. Nanah & sekresi tidak dapat dikeluarkan dari uterus. Sulit untuk didiagnosa secara klinis, krn tidak terlihat gejala yg pasti. Kucing akan terlihat lebih sakit drpd open pyometra krn penimbunan toksin (racun) di uterus. Karena jumlah toksin yg tidak dapat dikeluarkan tubuh meningkat, akan membuat ginjal bekerja lebih keras, tanpa perawatan yg memadai, kucing akan mati krn gagal ginjal. Atau bisa juga terjadi uterus pecah karena jumlah cairan berlebihan, menumpahkan isinya ke dalam rongga perut, jika hal ini terjadi, kucing akan mati kurang dari 48 jam. Dalam kasus pyometra tertutup hal yang paling tepat untuk menyelamatkan adalah dengan jalan oprasi. Namun, penanganan pada kasus pyometra ini sangatlah berbeda dibandingkan dengan pembedahan spay yang rutin dilakukan pada hewan yang sehat. Pada saat mengangkat uterus harus dilakukan secara hati-hati dikarenakan besar dan lemahnya uterus, serta jangan ada leleran nanah yang keluar selama pembedahan karena akan mencemari jaringan organ yang lain. Cairan intravena diperlukan sebelum dan setelah pembedahan. Antibiotik dapat diberikan selama 1 sampai 2 minggu.
Gejala-gejala yang dapat kita lihat apabila kucing mengalami pyometra adalah, keluarnya cairan kuning atau nanah dari vagina. Hal ini bisa terlihat dari bulu-bulu dekat vagina atau tempat biasa kucing tersebut duduk atau tidur, namun kadang pemilik juga tidak mengetahuinya karena kucing seringkali menjilati hingga berseih. Selain itu demand an menghilangnya nafsu makan, pada saat cerviks tidak terbuka maka nanah tidak bisa terbuka, hal ini mengakibatkan nanah akan terakumulasi di usterus dan usterus akan menjadi besar atau mengalami pembengkakan. Meningkatnya produksi urine, hal ini dikarenakan Bakteri akan mengeluarkan racun (toksin) yang akan diserap sistem sirkulasi darah. Hewan yang mengalami kejadian pyometra biasanya akan menjadi sangat terlihat sakit. Hewan akan berhenti makan, cepat lelah dan depresi. Muntah dan diare tidak selalu terlihat. Racun (toksin) dari bakteri mempengaruhi kemampuan ginjal untuk mempertahankan cairan.
Incoming search terms:
- pyometra pada kucing
- pyometra kucing
- pengobatan pyometra pada kucing
- obat pyometra
- penyakit pyometra pada kucing
- penyakit pyometra
- kucing keluar cairan putih dari vagina
- pengobatan pyometra
- kucing mengeluarkan cairan putih
- kucing keluar nanah


